Mengapa Properti ??????

Untuk memberi keyakinan kenapa properti merupakan wahana investasi yang bagus, coba jawab empat pertanyaan berikut.
Pertanyaan pertama :Kalau Anda punya uang satu milyar Rupiah, saham senilai berapa Rupiah yang dapat Anda beli dengan uang tunai satu milyar Rupiah ? Jawabnya, maksimum satu milyar Rupiah, dengan asumsi tidak ada biaya-biaya yang dibebankan kepada pembeli saham. Bisa juga lebih kecil, kalo ada biaya badminsitrasi, provisi dan komisi. Nah kalu uang ini dibelikan properti, properti senilai berapa Rupiah yang dapat Anda beli dengan uang tunai satu milyar Rupiah ? Kalo tidak menggunakan ungkitan bank, bisa saja nilainya sama dengan uang tunai yang kita bayarkan; satu milyar Rupiah. Bisa jadi karena ada orang kepepet, properti senilai dua milyad dia jual hanya seharga satu milyar. Apakah untuk beli saham, kita bisa dapet pinjam uang dari bank ? Cobalah datang ke Bank atau lembaga keuangan lain, bilang bahwa anda mau pinjam uang untuk beli saham. Apa akan diberi pinjaman ? Yakin dah, kagak bakalan dikasih. Tetapi, kalo anda datang ke bank, mau pinjam uang untuk beli properti pasti akan dipinjamkan asal memenuhi syarat, misalnya ada agunannya. Sebelum ini, nilainyainya 80 persen dari aset agunan kita. Sekarang berdasarkan ketentuan peraturan yang baru, maksimum 70 persen. Kalo, misalnya uang satu milyar Rupiah itu sebagai DP yang nilainya 20 persen, maka dengan uang tunai satu milyar kita bisa beli properti yang dijual seharga lima milyar Rupiah.
Pertanyaan Kedua : Pada saat Anda membeli saham seharga satu milyar Rupiah menggunakan uang tunai Anda sebesar satu milyar Rupiah, berapakah nilai saham Anda ? Jawabannya ya, segitu; maksimal satu milyar Rupiah.
Kalo untuk properti, pada saat Anda membeli properti senilai lima miyar Rupiah menggunakan uang tunai sebesar satu milyar Rupiah, berapa nilai properti Anda ? Nilai properti yang dibeli seharga lima milyar Rupiah menggunakan uang tuna satu milyar Rupiah, bisa saja nilainya cuma tiga milyar Rupiah, tetapi mestinya kalo pinter, nilainya bisa saja tujuh milyar Rupiah. Itu tadi contohnya, kalo dia kepepet, nilai properti sebesar tujuh milyar Rupiah, dijual seharga lima milyar Rupiah. Saya cuma keluar satu milyar Rupiah karena yang empat milyar dibayar oleh Bank.
Pertanyaan Ketiga : Ketika Anda membeli saham senilai satu milyar Rupiah dengan harga beli satu milyar Rupiah (dan pada saat Anda membelinya nilainya tepat satu milyar Rupiah) apa yang secara pribadi dapat Anda lakukan untuk meningkatkan nilai portofolio saham Anda ? Jawabnya, tidak ada yang bisa saya lakukan. Mungkin berdoa akan lebih baik. Nah untuk properti, ketika Anda membeli properti senilai lima milyar Rupiah dengan uang tunai satu milyar Rupiah (dan pada saat Anda itu nilainya sebenarnya enam milyar Rupiah) apa yang secara pribadi dapat Anda lakukan untuk meningkatkan nilai properti Anda ? Banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya melakukan renovasi ringan yang membuat daya tarik bagi pembeli. Mungkin mengecatnya…..Tentu saja kita pantas berdoa juga agar perekonomian membaik, sehingga harga properti meningkat..
Pertanyaan Keempat: Anda membeli saham senilai satu milyar Rupiah dengan harga beli satu milyar Rupiah dan pada saat Anda membelinya nilainya tepat satu milyar Rupiah. Ketika, kemudian nilai saham naik menjadi dua milyar Rupiah, apa yang harus Anda lakukan untuk menikmati sebagian kenaikan nilainya ? Jawabannya paling-paling “jual”. Ini kiesempatan yang baik untuk menikmati keuntungan. Bisa jual seluruhnya, atau sebagian. Kalo saya saya akan jual seluruhnya. Kalo untuk properti, Anda membeli properti senilai lima milyar Rupiah dengan uang tunai satu milyar Rupiah beberapa waktu kemudian nilainya menjadi sepuluh milyar Rupiah,apa yang harus Anda lakukan untuk menikmati sebagian keuntungannya ? Bisa saja saya jual. Tetapi sepertinya saya akan terlalu bodoh deh. Menjual properti seringkali menimbulokan penyesalan. Investor properti hanya akan menjual asetnya ketika ada kesempatan yang lebih baik. Maka yang paling tepat dilakukan adalah refinancing, pendanaan kembali properti yang nilainya. Sekali lagi ingat ada “good-debt” dan ada juga “bad-debt“.
Jadi jelas ya..mengapa investasi di sektor properti merupakan investasi yang bagus..

3 thoughts on “Mengapa Properti ??????

  1. Assalamu’alaikum…
    Terima kasih atas penjelasan dan gambaran serta perbandingan-perbandingan tentang investasi dibidang properti.
    Semoga bisa membuka wawasan kami untuk memilih atau memutuskan investasi mana yang tepat untuk jangka pendek dan jangka panjang tentunya.
    Wassalamu’alaikum…

  2. Benar sektor properti merupakan investasi yang sangat bagus, Sebelum membeli rumah pertama alangkah baiknya Menemukan Bank dan Agen Properti yang Berkualitas, supaya mampu memberikan pembiayaan dengan cicilan sesuai kemampuan dan adanya agen properti yang berkualitas mengerti seluk beluk lokasi yang di incar dan proses pembeliaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s