Kasus-1, Investasi di Sektor Properti.

Tugas ini merupakan latihan untuk melakukan investasi secara riil. Dapat diwujudkan dan dapat dikur secara jelas. Misalkan Anda punya uang satu milyar rupiah, apa yang akan Anda lakukan dan bagaimana hasilnya ?

Uang satu milyar saya belikan tanah seluas 400m2 di dalam satu komplek town-house, ukuran yang dapat dipecah menjadi 5 kavling, masing-masing 80m2. Biaya membeli tanah sebesar Rp. 600 juta. Di setiap kavling dibangun rumah berukuran 40m2; terdiri dari 2 kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga dan ruang tamu. Dengan bangunan seluas itu bisa dibangun dengan biaya Rp. 100 juta. Ini sudah termasuk biaya mengurus pecah surat, IMB, konstruksti dengan spesifikasi yang mutahir; bata merah/herbel, rangka baja ringan. Tentu belum termasuk biaya untuk AJB, Balik Nama dan BPHTP. Di beberapa kompleks perumahan, apalagi di Tanah Baru Beji rumah 80/40 ditawarkan sekitar Rp. 400 juta-an. Kalo saya hitung biaya lahan, Rp. 200 juta bangunan Rp. 125 juta. Paling kurang, saya bisa menjualnya tidak kurang dari Rp. 325 juta. Dan ini masih jauh di bawah harga yang ditawarkan developer-developer. Kalo untuk biaya macem-macem termasuk fee untuk pemasaran, katakanlah bisa bersihnya Rp.300 juta. Maka ada uang masuk untuk putaran pertama, katakanlah butuh waktu 5 bulan sampe urusan KPR-nya beres, 4 x Rp. 300juta = Rp. 1,2 milyar. Uang modal sudah kembali. Satu unit lagi dibangun dengan ukuran, spesifikasi dan biaya yang sama, Rp. 100 juta. Maka uang yang akan masuk sebesar Rp. 300juta. Maka dengan begitu, uang satu milyar menghasilkan pendapatan bersih dalam waktu 10 bulan (katakan rumah terakhir juga butuh waktu 5 bulan) sebesar Rp. 400 juta. Return on cash sebesar 40%, dalam 10 bulan; dimana uang satu milyar menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp. 400 juta. Uang satu milyar sudah kembali dalam jangka waktu 5 bulan.

Hitung-hitungan ini sepertinya yang enak-enak saja. Bagaimana dengan risiko yang mungkin timbul. Risiko apa saja yang harus diperhitungkan ? Seandainya uang satu milyar tersebut diinvestasikan ke pasar uang atau pasar modal, misalnya saham atau reksadana ? Kalau di depositokan, mungkin bisa nego sedikit maksimum 6 persen. Reksadana bisa sampe 9 persen. Entahlah dengan instrumen yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s